Nabi Isa dalam Islam: Kisah dan Perannya dalam Al-Qur’an

Nabi Isa dalam Islam

Pendahuluan

Nabi Isa, atau Yesus Kristus dalam kekristenan, adalah salah satu tokoh yang sangat penting dan dihormati dalam Islam. Dikenal sebagai salah satu dari lima nabi ulul azmi (nabi yang memiliki ketabahan tinggi). Kisah dan ajaran Nabi Isa telah diabadikan dalam Al-Qur’an dengan penuh rasa hormat dan keagungan. Artikel ini akan menggali lebih dalam tentang kisah dan peran Nabi Isa dalam Al-Qur’an serta pemahaman Islam tentang sosok ini yang penting.

Nabi Isa dalam Al-Qur’an

Nabi Isa disebutkan dalam beberapa surah dan ayat dalam Al-Qur’an, dengan penekanan pada kelahiran ajaibnya, kehidupannya sebagai nabi, dan ajarannya.

Kelahiran Ajaib

  • Siti Maryam: Nabi Isa dilahirkan oleh Siti Maryam (Maryam) yang dianggap sebagai wanita suci dan terpilih. Kisah kelahiran Nabi Isa tanpa ayah merupakan salah satu mukjizat yang diberikan Allah kepadanya.
  • Mukjizat: Sejak lahir, Nabi Isa sudah menunjukkan tanda-tanda kenabian dan keistimewaan, termasuk berbicara saat masih bayi untuk membela ibunya dari fitnah.

Kehidupan dan Ajaran

  • Nabi dan Rasul: Nabi Isa diutus untuk mengajak umat Bani Israel kembali kepada ajaran monoteisme yang murni dan menjauhkan mereka dari penyimpangan.
  • Mukjizat: Nabi Isa diberikan berbagai mukjizat oleh Allah, termasuk menyembuhkan orang buta dan orang yang menderita penyakit sopak. Serta menghidupkan orang mati, semuanya dengan izin Allah.

Peran dan Pesan Nabi Isa

Nabi Isa memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan Tauhid dan mengajarkan nilai-nilai moral yang luhur kepada umat manusia.

Pembawa Injil

  • Kitab Suci: Nabi Isa membawa Injil (Injeel) sebagai pedoman dan penerangan bagi umatnya.
  • Pesan Cinta dan Damai: Ajarannya menekankan pentingnya cinta, kasih sayang, dan pengampunan.

Kesalahpahaman dan Penjelasan

  • Bukan Tuhan atau Anak Tuhan: Islam menekankan bahwa Nabi Isa adalah manusia dan nabi, bukan Tuhan atau anak Tuhan. Hal ini untuk mengoreksi pemahaman yang salah yang berkembang di sebagian praktik keagamaan lain.
  • Penghormatan: Meskipun tidak dianggap sebagai putra Tuhan, Nabi Isa tetap dihormati sebagai nabi yang mulia dalam Islam.

Akhir Kisah dan Kedatangan Kembali Nabi Isa

Dalam Islam, kisah Nabi Isa tidak berakhir dengan kematian di kayu salib, melainkan dengan pengangkatan beliau oleh Allah dan keyakinan akan kembalinya di akhir zaman.

Pengangkatan oleh Allah

  • Selamat dari Salib: Menurut ajaran Islam, Nabi Isa tidak disalib tetapi diangkat oleh Allah ke langit, dan seseorang yang menyerupai beliau yang disalib.
  • Kedatangan Kembali: Ada keyakinan dalam Islam bahwa Nabi Isa akan kembali di akhir zaman untuk memulihkan keadilan dan melawan Al-Masih Ad-Dajjal (Anti-Kristus).

Pengaruh Nabi Isa dalam Islam

Nabi Isa tidak hanya dihormati sebagai nabi tetapi juga sebagai simbol ketabahan, kesucian, dan pengorbanan.

Dialog dan Penghormatan Lintas Agama

  • Jembatan Agama: Kisah dan peran Nabi Isa sering menjadi titik temu dan dialog antara Islam dan Kristen, memperkuat rasa saling menghormati dan pengertian.
  • Respek dan Kehormatan: Nabi Isa dihormati dan dicintai oleh umat Islam, dan nama beliau selalu disebut dengan rasa hormat dan penghormatan.

Kesimpulan

Nabi Isa merupakan sosok yang sangat dihormati dan kisahnya diceritakan dengan penuh pengagungan dalam Al-Qur’an. Pemahaman Islam terhadap Nabi Isa tidak hanya memberikan wawasan tentang keanekaragaman interpretasi agama tetapi juga menawarkan pelajaran tentang pentingnya toleransi, penghargaan terhadap nilai-nilai moral, dan pentingnya dialog antariman. Dengan memahami kisah dan peran Nabi Isa dalam Islam. Kita dapat menumbuhkan penghormatan lintas agama dan memperdalam pemahaman kita tentang keragaman spiritual di dunia.