Nabi Yunus Kisah Kesabaran dan Taubat

NABI YUNUS

NABI YUNUS

Spread the love

Pendahuluan

Nabi Yunus ., dikenal juga dengan nama Yunus bin Matta, adalah salah satu nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan memiliki kisah yang unik dan mendalam mengenai kesabaran, iman, dan taubat. Kisah  mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran dalam menghadapi cobaan dan keajaiban taubat kepada Allah SWT.

Nama Nabi Yunus ‘alaihi as-salam disebut dalam Al-Qur’an 4 kali, masing-masing pada Surat An-Nisa’ 163, Al-An’am 86, Yunus 98 dan Ash-Shaffaat 139, 3 Surat Makkiyah dan 1 Surat Madaniyah yaitu An-Nisa’.  Dalam Mushaf nama Yunus pertama kali disebut dalam Surat An-Nisa’ ayat 163. Allah SWT berfirman:
۞إِنَّآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ كَمَآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ نُوحٖ وَٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ مِنۢ بَعۡدِهِۦۚ وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَ وَٱلۡأَسۡبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَٰرُونَ وَسُلَيۡمَٰنَۚ وَءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ زَبُورٗا ١٦٣
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (Q. S. An-Nisa’ 4:163)
Dalam ayat di atas, Allah SWT menyebut setelah Ayyub sebelum Harun, dalam deretan nabi-nabi yang mendapat wahyu dari Allah SWT. Dalam Surat ash-Shaffat ayat 139 ditegaskan bahwa Yunus adalah seorang rasul. Allah SWT berfirman:
وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ١٣٩
Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, “ Q.S. Ash-Shaffat 37:139)
Yunus ibn Mata Nabi diutus di negeri Nainawa, berada di wilayah Moshul Iraq. Pada abad modern ini Moshul dikenal sebagai wilayah penghasil minyak yang sangat besar.

Latar Belakang

Nabi Yunus a.s. diutus sebagai rasul kepada penduduk kota Niniwe, sebuah kota besar yang dikenal dengan kemewahannya namun juga dengan kefasikan dan kemaksiatan penduduknya. Sebagai rasul, tugas  adalah untuk mengajak penduduk kota tersebut kembali kepada jalan yang benar, mengingatkan mereka tentang keesaan Allah dan mengajak mereka menjauhi perilaku buruk yang Dilarang Keras Di Ajaran Islam.Namun,  Nabi Muhammad SAW mengetahui kisah-kisah para nabi sebelumnya, termasuk , melalui wahyu yang diterimanya dari Allah SWT dalam bentuk Al-Qur’an. Dalam beberapa kesempatan, kisah. disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai pelajaran dan peringatan bagi umat manusia.

Dakwah dan Cobaan

Namun, dakwah  dihadapkan pada tantangan besar. Respons awal penduduk Niniwe terhadap seruan  adalah penolakan dan penghinaan. Mereka meremehkan dan mencemooh  serta ajarannya. Melihat keteguhan penduduk Niniwe dalam kesesatannya, Nabi Yunus merasa kecewa dan putus asa.

Pelarian dan Pencobaan

Dalam keadaan frustrasi, Nabi Yunus memutuskan untuk meninggalkan kota Niniwe tanpa izin dari Allah SWT. Dia berangkat dengan sebuah kapal. Di tengah perjalanan, kapal tersebut dihantam badai hebat. Awak kapal meyakini bahwa badai tersebut adalah pertanda murka Tuhan dan memutuskan untuk mengundi siapa yang harus dilempar keluar dari kapal untuk menyelamatkan yang lainnya.  terpilih dalam pengundian tersebut dan akhirnya dilempar ke laut, di mana dia ditelan oleh seekor ikan besar.

Nabi Yunus a.s. Dalam Perut Ikan

Dalam keadaan gelap dan terasing di perut ikan, menyadari kesalahannya. Dia dengan tulus bertaubat kepada Allah dengan berdoa: “La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minazzalimin” yang berarti “Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim”. Allah menerima taubat  dan memerintahkan ikan tersebut untuk melepaskannya di tepi pantai.

Kembalinya ke Niniwe Nabi Yunus a.s.

Setelah dilepaskan dari perut ikan dan pulih kembali, Nabi Yunus kembali ke Niniwe. Dia menemukan bahwa penduduk kota telah berubah hati. Mereka telah menyadari kesalahan mereka dan kini telah beriman kepada Allah. Kota Niniwe kemudian menjadi kota yang makmur dan taat beribadah.

Kesimpulan Nabi Yunus a.s.

Kisah Nabi Yunus adalah kisah tentang kesabaran, keimanan, dan keajaiban taubat. Ini mengingatkan kita bahwa tidak peduli seberapa besar kesalahan yang kita buat, selalu ada kesempatan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah. Selain itu, kisah ini juga menekankan pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam menyebarkan kebenaran, meskipun dihadapkan pada tantangan dan cobaan.